Kamis, 31 Maret 2016

Menertawakan Postingan Sebelumnya

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokaatuhu..

hahahahaha, wkwkwkwkwk, saya tertawa-tawa sendiri membaca postingan saya di blog yang sudah bertahun-tahun ditinggalkan ini. ada postingan yang ketika saya baca, lucu sekali. "pencarianku belum berujung" wahahahahaha. Andai dia yang kuceritakan di dalam blog ini tau, pasti muka saya akan memerah semerah kepiting rebus..


halo semua, saya kembali sebenarnya hanya keisengan belaka. saya tak pernah lagi menulis. Terakhir sewaktu lulusan kuliah hahaha. Tapi tiba-tiba terlintas di benak saya untuk kembali melihat blog ini, dan whoala, sayapun berdecak kagum. Bagaimana tidak, postingan saya di atas, sebenarnya masih terja di dan berlanjut hingga hari ini, Kamis, 31 Maret 2016!

Yah, dia yang saya kagumi, sudah saya temui secara islam "ta'aruf". mashaAllah, dia sama sekali tidak berubah! tutur kata, sikap dan perilakunya, saya merasakan getaran yang sama, meski saya sembunyikan hingga tiba tepat pada waktunya. Ampuni hamba ya Allah, dia benar2 hambaMu yang sempurna di mataku, tutur saya dalam hati. dan alhamdulillah prosesnya lancar. Sekarang kami sedang menantikan proses selanjutnya. Mudah-mudahan rido dan rahmat Allah melancarkan niat baik ini.

Sungguh masih terbayang diimaginasi saya, saat-saat dia datang menghampir rumah guru mengaji nya yang kebetulan juga guru kami sewaktu masih SMA. Benar-benar pertemuan yang bermakna dan sarat dengan nasihat perkawinan. Tak ada nafsu yang terkemuka, yang ada hanya kekaguman akan pribadinya dan kemantapan hati dalam merajut niat baik hendak menyempurnakan separuh agamaNya. Kami sangat menjaga segala sesuatunya agar tetap berjalan pada koridor Ilahi. tapi aku sungguh bersyukur, bertemunya benar2 menambah keyakinan untuk menjadi imamnya.

Sampai saat ini, semua masih dalam proses. Saya sangat menikmati ini semua. Saya akan selalu memperbaiki diri, memperbaiki ibadah dan sikap sehari-hari, agar semakin matang seperti pesan yang dia sampaikan melalui salah satu media penyampaian pesan. Doakan aku, tutur saya dalam hati. :) benar-benar hati ini diliputi kebahagiaan, bahkan sebelum mengecap pernikahan itu sendiri, seperti menikmati proses yang ada, cepat atau lambat yang penting disyukuri.

Kembali lagi ke postingan yang membuat saya tertawa. Sebenarnya tertawa saya ini diikuti keyakinan saya akan takdir Allah. yah, takdir Allah yang inshaAllah berlaku kepada saya. Saya yakin Allah membaca hati dan ketulusan saya mengkhitbah dia. Semata-mata hanya untuk menggapaai keridoanNya. Segala puji dan Syukur padaMu ya Rabb, janjiMu tak pernah salah.

Satukanlah kami dalam pernikahan dan ikatan yang suci. Tuntunlah hati kami untuk selalu berjalan dalam agamaMu. Jauhkan kami dari siksa nerakaMu. Aamiiin.